Pasar Tanah Abang Jakarta Pusat

Tips Belanja di Pasar Tanah Abang Jakarta Pusat

Published / by tanahabang / 1 Comment on Tips Belanja di Pasar Tanah Abang Jakarta Pusat

Ok guys, pada artikel ini saya akan bercerita mengenai pengalaman saya dan sedikit tips berbelanja di Pasar Tanah Abang Jakarta Pusat. Saya sendiri sudah beberapa kali ke pasar tanah abang baik menggunakan kendaraan pribadi maupun menggunakan kereta KRL. Kebetulan saya tinggal di daerah Serpong, saya pertama kali ke tanah abang naik KRL dari stasiun rawa buntu. Dari rumah saya bawa sepeda motor saya titipin di Stasiun dan kemudian lanjut naik KRL.

Pasar Tanah Abang memang sudah melegenda sebagai pusat grosir segala macam barang terutama fashion. Jadi, jangan dikira cuma baju dan kain aja yang ada di tanah abang ya guys, hamir semua barang-barang kebutuhan rumah tangga bisa ditemukan di sana guys. Konon Tanah Abang merupakan pasar grosir terbesar se Asia Tenggara. Jadi tidak heran jika pasar tanah abang dikenal di seluruh pelosok negeri hingga ke mancanegara. Banyak juga kok pedagang Malaysia yang kulakan di pasar tanah abang.

Stasiun Tanah Abang Jakarta Tempo Dulu

Stasiun Tanah Abang Jakarta Tempo Dulu

Sebelum saya bercerita mengenai tips berbelanja di pasar tanah abang Jakarta, kayaknya belum afdol kalo belum cerita sejarah pasar tanah abang neh guys. Kayaknya hampir semua orang sudah tahu atau pernah dengan pasar tanah abang yak, paling tidak namanya karena setiap menjelang hari raya idul fitri pasti sering keluar tuh di TV…hehehe. Nah mungking tahu namanya iya, tapi paham kagak asal-usul atau sejarah pasar tanah abang tuh?? Kalo belum, coba disimak ya ulasan singkat sejarah pasar tanah abang berikut ini.

Beberapa Versi Asal-Usul kata “Tanah Abang”

Asal usul penamaan Tanah Abang sendiri punya beberapa versi yang berbeda dari buku yang say abaca karya Zaenudin HM “212  Asal-Usul Djakarta Tempo Doeloe,”.

Versi pertama, berasal dari sejenis pohon bernama “Nabang” yang merupakan pohon yang banyak tumbuh di sekitar kawasan tersebut. Kawasan itu populer dengan nama Nabang hingga akhir abad ke-19. Makanya pada waktu itu kondektur angkot banyak yang berteriak “Nabang, ayok ke Nabang…yang ke Nabang.”

Penduduk sekitar kemudian lebih mudah menyebut dengan kata “Tenabang” yang merupakan plesetan dari De Nabang yang merupakan penulisan formal bahasa belanda pada waktu itu. Partikel “De” merupakan partikel bahasa belanda yang umum digunakan di depan kata tertentu untuk penyebutak kata tertentu yang menujuk pada lokasi atau tempat tertentu. Nama tanah abang sendiri muncul karena penamaan oleh perusahaan jawatan kereta api yang meluruskan menjadi “Tanah Abang” pada tahun 1890.

Versi kedua, berasal dari sebuah daerah dengan tanah berbukit yang sekitarnya banyak terdapat rawa-rawa di mana tanahnya berwarna merah yang dalam bahasa jawa merah berarti “Abang”. Daerah tersebut digunakan oleh pasukan Mataram sebagai pangkalan pada saat terjadi penyerangan besar-besaran ke Batavia. Konon cerita pada saat itu tentara Mataram mengepung dan menyerang Kota Batavia dari segala penjuru. Peristiwa ini terjadi sekitar tahun 1628.

Versi ketiga, berasal dari sebuah legenda atau cerita dua orang bersaudara kakak dan adik yang disebut “abang dan adik”. Si adik meminta sang kakak untuk membangunkan rumah di atas tanahnya yang kemudia disebut dengan “Tanah Abang” yang kemudian populer hingga sekarang.

Pasar Tanah Abang Tempo Dulu

Pasar Tanah Abang Tempo Dulu

Lokasi Pasar Tanah Abang

Pasar Tanah Abang berlokasi di Jl. KH. Mas Mansyur, Jakarta Pusat. Lokasinya sangat padat dan terkenal dengan kemacetanya. Sekarang sehh sudah lumayan tertata sejak Jokowi menjadi gubernur DKI Jakarta. Pedagang-pedagang liar yang membuka lapak di trotoar jalan mulai ditertibkan dan sebagian dipindah ke blog G. Tapi yah tetep aja macet ya,,,gak Jakarta namanya kalo kagak macet…hehe.

Ada banyak pilihan moda transportasi yang bisa digunakan untuk menuju lokasi Pasar Tanah Abang. Kalo mau naik angkutan umum bisa naik angkutan umum berikut ini. Kalo dari Kalideres naik Kopaja B93, Dari Lebak Bulus bisa naik Kopaja S615 atau P13, dari Kampung Rambutan naik Kopaja T502, dari Kampung Melayu bisa naik Kopaja 502, dan dari Ragunan naik Kopaja P19, dari Blok M naik Kopaja S608. Kalo mau naik KRL lebih enak lagi, kalo dari Rawa Buntu Langsung bisa turun di Stasiun Tanah Abang, Kalo dari Tangerang harus oper kereta dulu di Stasiun Bukit Duri baru lanjut ke Stasiun Tanah Abang. Alternatif lain bisa naik ojek online…lebih praktis neh.

Sejarah Pasar Tanah Abang Jakarta Pusat

Nah kalo tadi kita sudah tahu ya sejarah asal kata “Tanah Abang”, sekarang kita lanjut dengan sejarah pembangunan Pasar Tanah Abang. Sebenarnya sejak kapan seh ada Pasar Tanah Abang??

Jadi dulu pada saat jaman hindia belanda, ada seorang saudagar kaya dari Belanda bernama Justinus Vinck. Pada tanggal 30 Agustus 1735, dia mendapat izin dari Gubernur Jendral Hindia Belanda saat itu Abraham Patram untuk membangun dua buah pasar yaitu Pasar Senen yang dikhususkan untuk menjual sayur mayur dan Pasar Tanah Abang yang dikhusukan untuk pusat jual beli tekstil dan kelontong.

Pasar Tanah Abang pada saat itu buka hanya pada hari sabtu dan dulu namanya adalah Pasar Weltervreden. Kemudian terjadi insiden  pembatain orang-orang etnis China pada tahun 1740 yang disertai dengan pengrusakan dan pembakaran termasuk juga Pasar Tanah Abang pada waktu itu ikut hangus terbakar . Pada tahun 1881 pada dibangun kembali dan hari pasaran menjadi 2 x dalam seminggu yaitu hari Sabtu dan hari Rabu. Pada tahun 1926 kembali mengalami pembangunan dan perbaikan pada bangunan pasar tiga los panjang dengan dinding bata dan beratap genteng.

Pada masa pemerintahan Gubernur Ali Sadikin, sekitar tahun 1972, pasar dibangun tiga lantai yang terdiri empat blok dan ber-AC. Kemudian pada awal 1990 kembali diremajakan setelah terjadi kebakaran besar. Pada tahun 2002, Pasar Tanah Abang dibagi dibangun, diperluas, dan dipercantik, sehingga terbagi menjadi enam blok (A-F), dengan terdapat 7.546 buah tempat usaha dengan jumlah pedagang 4.648 orang dan menempati areal seluas 82.386,5 meter persegi. Perkembangan beberapa tahun ini oleh Pemerintah Ibu Kota Jakarta dibangunlah dan di modernisasi Pasar Tanah Abang menjadi gedung perbelanjaan bertingkat 10 yang mewah dan modern serta nyaman dan ber-AC, yang menjadikan pelanggan semakin betah berlama-lama belanja di Tanah Abang. Dengan jumlah kios yang lebih dari 10.000 dan suasana gedung Pasar Tanah Abang kini sudah jauh lebih modern dan nyaman.

Sekitar tahun 1972, pada era Gubernur Ali Sadikin, pasar dibangun menjadi tiga lantai yang memiliki 4 blog dan dilengkapi dengan AC. Kemudian dibangun kembali pada awal 1990 setelah luluh lantah akibat dimakan si jago merah karena ruwetnya penataan pasar pada saat itu. Baru pada tahun 2002 era pemeritahan Gubernur Sutiyoso, Pasar Tanah Abang mengalami pembanguan dan perbaikan yang lumayan signifikan yang terdiri dari enam blok (A-F), memiliki 7.546 buah tempat usaha yang ditempatii skitar 4.648 orang pedagang pada areal seluas 82.386,5 m2.

Seiring dengan berjalannya waktu dan semakin pesatnya pertumbuhan Kota Jakarta, Kawasan Pasar Tanah Abang merupakan kawasan yang paling terkenal karena kesemrawutan dan kemacetannya. Pada era Gubernur Jokowi-Ahok, penataan Kawasan Pasar Tanah Abang kembali dilakukan dengan merelokasi pada pedagang kaki lima yang berdagang di trotoar yang menyebabkan kemacetan. Mereka direlokasi ke bangunan baru di Blog G. Saat ini pasar tanah Abang sudah semakin nyaman dan modern yang sebagian besar sudah dilengkapi dengan AC dan escalator pada beberapa bagian gedung.

Karena saking luasnya, kalian yang belum pernah ke sana pasti akan bingung mana yang blog A, B,C,D,E,F dan Blog G yang paling baru dibangun. Saya akan akan bahas di postingnya yang lain untuk masing-masing blognya karena memang kawasan Pasar Tanah Abang itu sangat luas broo…dijamin sehari gak bakal kelar deh muterin semua blog nya…oleh karena itu ada tips khusus kalo mau belanja di Pasar Tanah Abang agar gak habis waktu karena saking luasnya itu.

Kios di Blok G Pasar Tanah Abang

Kios di Blok G Pasar Tanah Abang

Nah, berikut ini adalah tips belanja di Pasar Tanah Abang Jakarta Pusat:

  1. Catat semua daftar barang yang akan dibeli. Pasar Tanah Abang ini gede banget dan banyak sekali barang-barang yang mengundang perhatian untuk dibeli. Nah, jika kita tidak membuat list barang yang akan dibeli di awal, kita bisa kalap belanja barang yang sebenarnya bukan niat awal mau dibeli. Jadi catat dan fokus aja pada barang yang mau dibeli, baru stelah semua barang yang ada di daftar kebeli, bolehlah tengok kanan kiri kalo budget masih ada…hehe.
  2. Pilih waktu yang tepat. Tanah Abang adalah pasar grosir, pada hari-hari kerja (Senin-Jumat) biasanya yg datang adalah para pedangang grosir yang akan dijual kembali, sedangkan pada hari libur atau weekend (Sabtu & Minggu) biasanya adalah pembeli end user yang membeli untuk keperluan sendiri. Perbedaan mencolok yang terlihat adalah pada hari kerja tidak terlalu ramai orang, karena yg datang adalah pedagang grosir yang sebagian besar sudah jelas barang yg dibeli. Sementara pada hari weekend sangat ramai sekali penuh sesak. Jadi kalo ingin agak longgar ya jangan kesana pas weekend guys…atau kalo pas weekend datang aja pagi2 karena Pasar Tanah Abang sudah buka mulai pukul 6 pagi. Kalo sudah jam 10 ke atas dijamin pasar penuh sesak guys..;)
  3. Membeli secara grosir. Pasar Tanah Abang memang terkenal dengan harga grosir yang lebih murah. Dan sebagian besar pedagang di sana memang melayani pembelian dalam jumlah banyak. Untuk pembelian harga grosir contohnya baju koko minimal harus membeli 3 biji dimana harganya bisa beda antara 10-25 rb tergantung item dan harga. Dan akan semakin murah harganya jika membeli dalam jumlah banyak. Jadi disarankan membeli dalam jumlah banyak biar dapat harga yang terbaik.
  4. Membandingkan harga. Ada banyak sekali pedagang di Pasar Tanah Abang Jakarta Pusat dan ada sebagian yang menjual produk yang sama. Nah, jika kamu ingin harga yang terbaik, silahkan dibandingkan harga yang ditawarkan antara pedagang yang satu dengan yang lain. Tentunya kalo kamu rela capek-capek ya guys….pengalaman saya, untuk item yang sama bisa dijual dengan harga yang berbeda. Biasanya barang yang dijual di dalam gedung entah itu Blok A atau Blok B harganya lebih murah daripada yg dijual di luar seperti di blog F karena pedagang ini ambil barang dari dalam jg (blog A dan B).
  5. Tawar harga. Jangan belanja di Tanah Abang kalo gak mau nawar harga. Di sana pedagang sudah biasa tawar-menawar harga. Jadi tawarlah harga sepantasnya ya guys..untuk yg ini ada tipsnya guys, kalian pura-pura saja seoalah-olah pedagang grosir yang mau membeli barang secara grosir dalam jumlah banyak…biasanya pedagang disana langsung memberikan harga yang terbaik..
  6. Minta kartu nama si pedagang. Buat janji kalo ada apa-apa dengan produk yang dipakai. Misalnya barang cacat atau tidak pas minta agar bisa di tukar. Selain itu kalo barang cocok dan kamu mau beli lagi tidak usah repot-repot kesana lagi, tinggal kontak aja trus minta dikirim dengan jasa pengiriman barang. Hal ini terutama disarankan bagi para pedagang grosir yang ingin memulai usaha berjualan. Sebagian besar pedagang di Tanah Abang kontak lengkap dari no hp, wa, pin BBM. Pengalaman saya, saya sering mendapat broadcast produk-produk terbaru dari mereka dengan detail barang dan harga grosirnya.

Nah itu adalah tips belanja di pasar Tanah Abang Jakarta Pusat ya guys disertai dengan ulasan yang lumayan panjang mengenai sejarahnya…hehe. Meskipun agak panjang tp lumayan kan menambah pengetahuan kita tentang Pasar Tanah Abang. Sebenarnya masih banyak lagi cerita tentang pasar Tanah Abang ini, insyallah akan saya sambung lagi ceritanya sampai tuntas…wasalam.